kenapa....kenapa.....kenapaaaaaaaaaaaaa.............
kenapa masih saja tak bisa jujur pada diri sendiri........
kenapa masih saja berlindung pada ketiak kebohongan.....
tak mau menampakkan kelemahan diri dihadapan orang-orang...selalu brusaha tegar....padahal dibalik stiap tawa tersimpan guratan-guratan kesedihan...
sampai kapan membohongi diri sendiri???
kenapa...............kenapa.................kenapaaaaaaaa...............
menipu diri dengan hayalan-hayalan yang tak nyata....
demi semua waktu yang tlah terlewati,
sanggupkah diri ini menghadapinya..
ketika realita tak seindah mimpi...
antara keyakinan dan paksaan...
meyakini sesuatu itu akan terjadi di luar dugaan...
namun memaksa keinginan untuk menjadi kenyataan...
membuka hati....membuka diri... dapatkah???
kenapa..........kenapa................kenapa...............
Senin, 20 Desember 2010
wHy....................???????????????
Jumat, 17 Desember 2010
sAtu miSteRi
Hadirnya bak hembusan bayu
Meniup lembut dan mengusik kalbu
Dibuai lena hingga terlupa
Semuanya ditelan masa
Namun ada yang memelihara
Bunga-bunga cinta disemai dijaga
Kerna percaya pada kembangnya
Yang akan mewarnai dunia
Cinta..
Tersematkah di istana janji dua jiwa
Cinta..
Terleraikah di antara kaca dan permata
Atau saksi buta..
Rintihan hamba di malam yang gelap gelita
Mungkin bukan cinta biasa
Bukan jua helah pendeta
Yang memuja..Yang terkecewa
Tampak kabus dipinggir senja
Terleraikah segalanya
Satu misteri di dunia yang fana
Namu harus dipelihara
Walau sementara tak mengapa
Yang tiada pernah memungkirinya janjinya...
Yang kekal untuk selama-lamanya...
Meniup lembut dan mengusik kalbu
Dibuai lena hingga terlupa
Semuanya ditelan masa
Namun ada yang memelihara
Bunga-bunga cinta disemai dijaga
Kerna percaya pada kembangnya
Yang akan mewarnai dunia
Cinta..
Tersematkah di istana janji dua jiwa
Cinta..
Terleraikah di antara kaca dan permata
Atau saksi buta..
Rintihan hamba di malam yang gelap gelita
Mungkin bukan cinta biasa
Bukan jua helah pendeta
Yang memuja..Yang terkecewa
Tampak kabus dipinggir senja
Terleraikah segalanya
Satu misteri di dunia yang fana
Namu harus dipelihara
Walau sementara tak mengapa
Yang tiada pernah memungkirinya janjinya...
Yang kekal untuk selama-lamanya...
Kamis, 16 Desember 2010
aKu diRimU ...
waktu berlalu musim silih berganti
kurasakan ada ruang hampa dalam hati
sepi disini, tanpa dirimu lagi
dimanakah kini, saat rindu selimuti
pecahkan karang keakuanku,,patahkan sayap keegoanmu,,,
bersama kita melangkah laju,,,karena yang kutahu,,,langkah kita tetap satu,,,
meskipun aku, itu pula dirimu
tersekat jarak, terpisahkan ruang waktu
tangis ceria, tawa dan airmata
tak mengubah hadirmu, serangkai bersama rindu...
aku takkanlah bisa jadi sempurna
kau dan aku manusia takkan luput dari alfa
timbul tenggelam,kita tetap bertahan
merona memadam kita kan tetap bertahan
do mi fa sol
yang terangkum dikepala
selimut waktu disaat dirimu ada
memecah kebuntuan hari putaran waktu
aku dirimu bersama menyulam rindu
belive me sobat kita kan sanggup mengukir
menari mata penaku tanpa harus berfikir
meski jarak berbatas waktu berbatas hari
yang pasti story kita terlukis di dalam hati
kurasakan ada ruang hampa dalam hati
sepi disini, tanpa dirimu lagi
dimanakah kini, saat rindu selimuti
pecahkan karang keakuanku,,patahkan sayap keegoanmu,,,
bersama kita melangkah laju,,,karena yang kutahu,,,langkah kita tetap satu,,,
meskipun aku, itu pula dirimu
tersekat jarak, terpisahkan ruang waktu
tangis ceria, tawa dan airmata
tak mengubah hadirmu, serangkai bersama rindu...
aku takkanlah bisa jadi sempurna
kau dan aku manusia takkan luput dari alfa
timbul tenggelam,kita tetap bertahan
merona memadam kita kan tetap bertahan
do mi fa sol
yang terangkum dikepala
selimut waktu disaat dirimu ada
memecah kebuntuan hari putaran waktu
aku dirimu bersama menyulam rindu
belive me sobat kita kan sanggup mengukir
menari mata penaku tanpa harus berfikir
meski jarak berbatas waktu berbatas hari
yang pasti story kita terlukis di dalam hati
==================================
Nanda Nasheed - Aku Dirimu
Rabu, 15 Desember 2010
aRti HidUp
Sharing dari teman Cerita ini sangat indah, sempatkan untuk membaca... Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian ia kembali bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah toples sudah penuh?" "Ya!" Dan murid-muridnya pun kembali menyetujui hal itu. Kemudian ia menuangkan batu koral ke dalam toples dan mengguncangnya dengan ringan. Batu-batu koral mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah toples ini sudah penuh?" Dan murid-muridnya pun menjawab,"Ya!" Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples dan mengguncangnya ringan. Tentu saja pasir menutupi semua celah yang tersisa. Profesor sekali lagi bertanya,"Apakah toples sudah penuh?" Dan .murid-murid menjawab dengan mantap,"Yes...!!" Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa. "Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupan kalian. Bola-bola golf adalah hal yang penting :Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh." "Batu-batu koral adalah hal-hal lain," lanjutnya,"Seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil." "Pasir adalah hal-hal yang sepele. Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidup kalian. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian." "Jadi, beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam" "Berikan perhatian terlebih dahulu kpd bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya." Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?" Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat" | |
Jumat, 10 Desember 2010
cURhaT
Kapan Curhat Itu Diperlukan?
Oleh : Ubaydillah, AN
Kebutuhan Sosial Insani
Dari praktek yang sering kita lakukan, curhat (dibaca: curahan hati) itu adalah pengungkapan kita tentang kita (personal) kepada orang lain. Curhat ini berbeda dengan pengaduan. Pengaduan lebih sering dipakai untuk hal-hal yang bersifat sosial. Curhat juga berbeda dengan konseling. Konseling lebih bersifat personal-formal. Di samping itu, konseling memiliki standar profesional dan terkadang juga harus bayar. Hal yang paling mendasar dari konseling adalah bimbingannya.
Seiring dengan kemajuan teknologi, praktek curhat ini sudah mengalami banyak perkembangan. Ada stasiun radio yang khusus menangani orang yang ingin curhat. Ada provider telepon seluler yang membuka nomor khusus untuk curhat. Ada mailing list khusus yang memang didesain untuk keperluan curhat. Bahkan tak sedikit website yang berubah fungsinya menjadi semacam tempat untuk curhat-curhatan antar membernya.
Kenapa banyak orang yang menempuh cara curhat? Adakah manfaat yang bisa dipetik dari cara demikian? Memang ada pendapat yang berbeda-beda soal hal ini. Dari sebagian orang yang saya tanya, ada yang menganggap curhat itu kurang kerjaan. Masalah itu tidak selesai dengan curhat. Curhat itu adalah lambang kecengengan. Tapi tidak sedikit yang menganggap itu sangat dibutuhkan. Curhat bisa menormalkan emosi, bisa menyumbangkan pandangan, dan bisa melegakan batin. Meski masalah tidak selesai dengan curhat, tetapi biasanya sehabis curhat kita merasa plong atau lebih ringan.
Kalau dilihat dari teorinya, memang ada banyak penjelasan yang bisa dipahami bahwa curhat itu termasuk kebutuhan sosial manusia. Di antara kebutuhan sosial itu misalnya: ingin ditemani, ingin ada orang yang merasa senasib, ingin dipedulikan, ingin dihargai, ingin dianggap, ingin didengarkan, dan seterusnya dan seterusnya. Kata sebuah bait puisi yang pernah saya baca, sumbangsih yang paling berharga untuk sesama kita adalah kesediaan untuk saling mendengarkan.
Menurut Horney (1945), setiap orang itu pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan dasar. Kebutuhan pertama adalah kebutuhan untuk mendekati orang lain / orang banyak guna mendapatkan cinta / pengakuan. Curhat bisa masuk dalam kebutuhan ini. Kebutuhan kedua adalah kebutuhan untuk menjauhi orang banyak guna memperoleh kebebasan dan kemandirian. Sedangkan kebutuhan ketiga adalah kebutuhan untuk menentang orang banyak guna mendapatkan kekuasaan atau kekuatan (unjuk gigi).
Terlepas itu berguna atau tidak, tapi prakteknya ini kerap kita lakukan atau sulit dihindari untuk tidak melakukannya. Karena itu, mungkin di sini yang diperlukan adalah melihat kapan dan bagaimana curhat itu kita lakukan. Di bawah ini ada beberap hal yang mungkin perlu kita perhatikan:
Dari praktek yang sering kita lakukan, curhat (dibaca: curahan hati) itu adalah pengungkapan kita tentang kita (personal) kepada orang lain. Curhat ini berbeda dengan pengaduan. Pengaduan lebih sering dipakai untuk hal-hal yang bersifat sosial. Curhat juga berbeda dengan konseling. Konseling lebih bersifat personal-formal. Di samping itu, konseling memiliki standar profesional dan terkadang juga harus bayar. Hal yang paling mendasar dari konseling adalah bimbingannya.
Seiring dengan kemajuan teknologi, praktek curhat ini sudah mengalami banyak perkembangan. Ada stasiun radio yang khusus menangani orang yang ingin curhat. Ada provider telepon seluler yang membuka nomor khusus untuk curhat. Ada mailing list khusus yang memang didesain untuk keperluan curhat. Bahkan tak sedikit website yang berubah fungsinya menjadi semacam tempat untuk curhat-curhatan antar membernya.
Kenapa banyak orang yang menempuh cara curhat? Adakah manfaat yang bisa dipetik dari cara demikian? Memang ada pendapat yang berbeda-beda soal hal ini. Dari sebagian orang yang saya tanya, ada yang menganggap curhat itu kurang kerjaan. Masalah itu tidak selesai dengan curhat. Curhat itu adalah lambang kecengengan. Tapi tidak sedikit yang menganggap itu sangat dibutuhkan. Curhat bisa menormalkan emosi, bisa menyumbangkan pandangan, dan bisa melegakan batin. Meski masalah tidak selesai dengan curhat, tetapi biasanya sehabis curhat kita merasa plong atau lebih ringan.
Kalau dilihat dari teorinya, memang ada banyak penjelasan yang bisa dipahami bahwa curhat itu termasuk kebutuhan sosial manusia. Di antara kebutuhan sosial itu misalnya: ingin ditemani, ingin ada orang yang merasa senasib, ingin dipedulikan, ingin dihargai, ingin dianggap, ingin didengarkan, dan seterusnya dan seterusnya. Kata sebuah bait puisi yang pernah saya baca, sumbangsih yang paling berharga untuk sesama kita adalah kesediaan untuk saling mendengarkan.
Menurut Horney (1945), setiap orang itu pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan dasar. Kebutuhan pertama adalah kebutuhan untuk mendekati orang lain / orang banyak guna mendapatkan cinta / pengakuan. Curhat bisa masuk dalam kebutuhan ini. Kebutuhan kedua adalah kebutuhan untuk menjauhi orang banyak guna memperoleh kebebasan dan kemandirian. Sedangkan kebutuhan ketiga adalah kebutuhan untuk menentang orang banyak guna mendapatkan kekuasaan atau kekuatan (unjuk gigi).
Terlepas itu berguna atau tidak, tapi prakteknya ini kerap kita lakukan atau sulit dihindari untuk tidak melakukannya. Karena itu, mungkin di sini yang diperlukan adalah melihat kapan dan bagaimana curhat itu kita lakukan. Di bawah ini ada beberap hal yang mungkin perlu kita perhatikan:
- Pertama, curhat-lah hanya pada orang yang menurut anda itu layak. Layak di sini pengertiannya mungkin layak dalam menjaga rahasia pribadi, layak dalam menangani masalah, layak secara kedekatan hubungan, dan seterusnya. Jangan curhat kepada semua orang atau sembarang orang. Lain soal kalau niat kita memang hanya untuk iseng.
- Kedua, curhat-lah hanya ketika kita mendapati masalah-masalah yang memang perlu curhat. Misalnya saja kita menghadapi masalah yang rasa-rasanya belum terbayang bagaimana menanganinya. Saat itu kita butuh pembanding, butuh konfirmasi (penguat) dari orang lain, butuh informasi, dan seterusnya. Jangan curhat untuk semua masalah. Ini berpotensi menghilangkan power personal atau bisa dianggap kita ini cengeng atau selalu mengeluh. Bedanya terkadang sangat tipis dan tidak ketahuan.
- Ketiga, curhat-lah pada waktu yang tepat atau yang kira-kira tidak mengganggu orang yang kita curhati. Jangan sedikit-sedikit curhat atau curhat terlalu lama. Perlu kita ingat bahwa ketika kita sadang sangat butuh untuk curhat, umumnya kondisi emosi kita tidak stabil. Mungkin stress, depresi atau mungkin sedang merasa terhimpit. Dalam kondisi semacam itu, biasanya kita cenderung "agak memaksa" orang lain. Kita ingin secepatnya dipahami oleh orang lain lebih dulu. Padahal kita juga perlu memahami orang lain. Karena itu, yang dibutuhkan di sini adalah kendali diri. Jangan sampai kita mengesampingkan kebutuhan untuk memahami orang lain meski keinginan kita adalah untuk dipahami secepatnya.
- Keempat, curhat-lah untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan perasaan. Meski kita yang punya acara untuk curhat itu, tapi jangan lupa juga memberikan kesempatan bicara kepada orang yang kita curhati. Ajukan pertanyaan seputar pengalaman dan pengetahuannya tentang persoalan tertentu. Jangan sampai kita curhat hanya untuk curhat. Walaupun ini sah juga tapi alangkah baiknya kalau kita juga mendapatkan manfaat yang banyak. Selain itu, dapatkan juga dukungan. Agar ini tercapai, kita harus tahu orang yang tepat untuk dicurhati.
- Kelima, curhat-lah untuk tujuan yang positif dan konstruktif. Ini maksudnya adalah demi kebaikan kita atau demi untuk memperbaiki situasi. Titik. Kenapa perlu dibatasi? Terkadang kita curhat dengan menjelek-jelekkan orang lain, entah itu atasan, teman, pasangan, keluarga, dan siapa saja yang intinya malah memperkeruh suasana. Masalah kita dengan orang lain dan apa saja yang dilakukan orang lain atas kita memang butuh penjelaskan. Tapi, penjelasan di situ sifatnya untuk membeberkan fakta atau memberikan perspektif yang lebih utuh. Ini agar diketahui apa saja yang sebaiknya kita lakukan. Yang jangan sampai adalah penjelasan itu kita bumbui dengan fitnah, adu domba, kedengkian, manipulasi fakta, dan seterusnya. Ini berbahaya buat kita sendiri dan orang lain tentunya.
Hindari Lima Hal
Meski tidak ada kaidah yang mengatur bagaimana kita seharusnya curhat, tapi sepertinya ada rambu-rambu tak tertulis yang perlu kita perhatikan. Sebagian dari sekian rambu-rambu itu adalah:
- Pertama, jangan berharap terlalu banyak (over-expectation). Kita mengharapkan seluruh penyelesaian masalah kepada orang yang kita curhati. Ini berpotensi memunculkan mentalitas yang oleh Bandura disebut Avoiding personal responsibility, kebiasaan melemparkan tanggung jawab. Kita perlu sadar, karena kita yang terkena masalah, maka kitalah yang perlu bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Orang lain itu kita butuhkan sebagai bantuan, bukan sebagai tempat untuk melemparkan tanggung jawab. Kita memang harus butuh orang lain, tetapi tidak boleh mengandalkan orang lain.
- Kedua, fokuskan pada perbaikan situasi, masalah, atau problem, bukan pada orang. Kenapa ini penting untuk diingat? Seperti yang sudah kita singgung, terkadang kita ingin curat ketika bermasalah dengan orang lain. Saat itu pikiran kita selalu mengarah pada kesimpulan bahwa orang lain-lah yang harus berubah. Padahal, dalam situasi semacam itu, bisanya ini sangat sulit terwujud. Sebagai gantinya, fokuskan pada persoalan (problem, not people). Ini berarti arah yang kita capai adalah bagaimana mengubah diri sendiri dalam menghadapi masalah itu, bukan bagaimana mengubah orang lain yang keberadaannya di luar kontrol kita. Mengubah diri sendiri, mengubah pendekatan dan perlakuan kita terhadap orang lain, biasanya akan mengubah orang lain. Untuk mengubah diri sendiri ini, mintalah masukan kepada orang yang kita curhati.
- Ketiga, jangan "menjual masalah" melalui curhat. Maksudnya adalah, jangan melakukan curhat untuk diberi semacam yang bisa disebut "belas kasihan", meskipun itu bukan niat kita. Kenapa? Prakteknya, posisi demikian terkadang kurang menarik minat orang lain untuk ber-empati (share of feeling atau peduli). Padahal empati itu mungkin tujuan kita. Tapi jangan juga menampilkan sikap atau prilaku yang bisa disimpulkan sebagai kesombongan atau tidak tahu diri, misalnya menolak bantuan yang kita butuhkan atau enggan berterima kasih atas nama kesombongan dan keangkuhan
- Keempat, harus efektif dan efisien. Maksudnya pasti kita sudah tahu. Efektif artinya seimbang antara usaha yang kita lakukan dan hasil yang kita dapatkan (tepat sasaran). Sedangkan efisien adalah penggunaan waktu / biaya yang sebaik-baiknya untuk mencapi hasil yang kita inginkan. Dulu, sebelum tehnologi seluler ditemukan, banyak kantor yang kebobolan teleponnya. Menurut hasil survei yang pernah saya baca, ternyata hanya 20 % penggunaan telepon kantor itu yang untuk urusan kantor. Sisanya tidak jelas, mungkin untuk pacaran, curhat-curhatan, dan seterusnya. Kalau begini caranya, tentu kita rugi dan kantor pun rugi.
- Kelima, jangan sampai membuka ruang untuk disalah-tafsirkan. Poin ini sangat penting untuk orang yang sudah berkeluarga. Kata seorang penasehat perkawinan yang saya kenal, amat sangat disarankan untuk tidak curhat kepada orang lain yang lawan jenis, terutama tentang masalah keluarga atau pribadi. Kenapa? Sebetulnya tidak apa-apa juga selama itu dilandasi oleh ke-sepaham-an dan masih dalam batas yang proporsional. Tapi bila dua hal ini tidak ada, ini berpotensi memunculkan salah tafsir dari orang yang kita curhati atau dari orang sekitar.
Untuk Orang yang Dicurhati
Di antara kita pasti ada yang selalu didatangi orang untuk curhat. Kalau anda termasuk, syukurilah itu. Kenapa? Dilihat dari perkembangan teori kecerdasan (Multiple Intelligence), ada yang mengatakan bahwa tanda-tanda orang yang punya kecerdasan Interpersonal itu adalah sering dimintai nasehat, pandangan, pendapat atau mungkin sering dicurhati orang. Kalau itu selalu dikembangkan, pasti akan membuahkan keuntungan, entah itu dalam kehidupan profesi, karir, keluarga atau masyarakat.
Berdasarkan kasus-kasus yang kerap muncul, baik di lapangan atau di dalam penjelasan literatur, nampaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Ini antara lain:
- Pertama, setiap masalah itu adalah masalah bagi orang yang sedang terkena masalah. Tidak ada masalah yang ringan bagi orang yang sampai merasa perlu untuk men-curhat-kan masalahnya. Artinya, jangan sampai kita menyepelekan masalah orang lain dengan mengatakan, misalnya saja: gitu aja dipikirin, cengeng banget kamu, saya pernah punya masalah yang jauh lebih dahsyat tapi tidak secengeng kamu, dan seterusnya dan seterusnya. Mungkin intinya di sini adalah kita merendahkan orang lain.
Akan lebih bagus kalau kita berusaha mendengarkan, memahami dan mengeksplorasi perspektif ke tingkat yang lebih luas. Kalau kita punya pengalaman pribadi, sampaikan itu ke dalam paket solusi-solusi alternatif. Kalau kita belum punya referensinya, kasihlan pendapat yang mengarah pada penemuan solusi atau perbaikan-perbaikan. Ini akan lebih positif dibanding dengan ketika kita mengangkat diri sendiri dan menjatuhkan orang lain.
- Kedua, tunjukkan empati, bukan simpati. Empati itu pada dasarnya adalah peduli atau care (perhatian). Thomas F. Mader & Diane C. Mader, dalam Understanding One Another (1990), menjelaskan, empati itu adalah kapasitas seseorang untuk bisa berbagi atas dasar semangat kepedulian. Peduli ini, kalau mengacu pada teori kompetensi, ada tingkatannya atau ada skalanya. Bentuk peduli yang paling tinggi adalah bantuan nyata atau tindakan.
Lalu kenapa harus menghindari simpati? Simpati yang dimaksudkan di sini adalah menaruh belas kasihan tetapi dasarnya itu adalah (semacam) merendahkan atau menghina orang yang curhat ke kita seolah-olah nasibnya sangat lebih jelek dibanding kita. Simpati dalam pengertian seperti ini agaknya kurang dibutuhkan. Termasuk dalam pengertian simpati di sini adalah, kita ikut hanyut atau larut ke dalam perasaan orang yang curhat sampai-sampai membuat akal sehat kita tidak bekerja untuk melihat persoalan. Logikanya, kalau kita sendiri ikut hanyut, apa ya mungkin kita bisa memberi masukan yang menyehatkan?
- Ketiga, faktual dan "problem centered". Menurut teori manajemen, keputusan yang kualitasnya bagus adalah keputusan yang dilandasi fakta, bukan berdasarkan perasaan pribadi. Ini terkadang tepat pula untuk memberi masukan kepada orang yang curhat. Agaknya kita perlu menghindari pemberian saran, masukan atau pendapat yang malah membuat orang malas berpikir, punya harapan atau keyakinan yang tidak realistis, atau malah menghancurkan spirit hidupnya.
Dekatkan orang pada masalah yang dihadapi (faktual) dan bangkitkan spiritnya. Jangan menghibur seseorang dengan kata-kata manis yang tidak mendorongnya untuk melakukan sesuatu (aksi atau antisipasi). Tapi jangan pula menggembosinya dengan opini-opini negatif yang merusak atau kata-kata yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan destruktif.
- Keempat, hindari upaya untuk memojokkan, menyalahkan dan apalagi memarahi. Fokuskan pada apa yang bisa dilakukan oleh dia dan oleh kita terkait dengan masalah yang muncul. Bagaimana kalau demi "pendidikan"? Bisa-bisa saja. Cuma, memarahi orang yang sedang terkena masalah biasanya kurang efektif dan sangat mungkin memancing penolakan. Yang ia butuhkan adalah bantuan. Mungkin nanti kalau kita sudah bisa membantu barulah kita memarahinya, kalau memang itu diperlukan. Jangan sampai kita mengatakan sesuatu yang menyakitkan padahal kita tidak bisa membantu apa-apa.
- Kelima, jaga "kehormatan" orang yang curhat. Kehormatan di sini termasuk misalnya saja: merahasiakan sesuatu yang memang harus dirahasiakan. Kalau pun itu harus dikatakan kepada orang lain / pihak ketiga, hendaknya itu perlu didesain dengan bahasa yang kira-kira bisa memunculkan solusi atau perbaikan, bukan untuk meremehkan, menjelek-jelekkan, atau membuka aib seseorang.
Itulah sebagian dari sekian hal yang mungkin penting untuk diingat ketika hendak curhat atau ketika dicurhati orang lain. Semoga bermanfaat.
Sumber: http://www.e-psikologi.com/epsi/sosi...ail.asp?id=416
SamPai kApaN
tolong dengarkan ada yang ingin aku tanyakan
buka matamu dengar dan lihatlah diriku
agar ku tahu dan tak pernah menduga-duga
yang kan terjadi dan yang takkan pernah terjadi
sampai kapan kau inginkan aku ada
di sampingmu temani dirimu
tatap mataku sedalam-dalam yang kau mau
ini saatnya jawablah sejujur-jujurnya
jangan menghindar bilang masih inginkan aku
akan ku lihat kebenaran perasaanmu
reff:
sampai kapan kau inginkan aku ada
di sampingmu temani dirimu
sampai kapan kau buatku bahagia
dan tak pernah sakiti diriku
sekarang atau tidak sama sekali
berilah jawaban untukku
sampai kapan, sampai kapan
repeat reff
(by Astrid)
silakan unduh lagunya disini :
http://www.4shared.com/audio/pUhxqtSU/Astrid_-_Sampai_Kapan.html
Rabu, 08 Desember 2010
cinta....cinta...cinta...
Kala cinta pada manusia
adalah segalanya
indahnya impian dan harapan
telah membutakan mata
hingga menipuku dalam sandiwara sempurna
dan kudapat hanya luka mendalam yang sulit kusembuhkan
Kucoba seperti tak ada apa-apa
kucoba yakinkanku kan baik-baik saja
akhirnya kulelah bertahan
dan ingin kucurahkan sgala rasa kekecewaan
Terasa menyesakan dada
kala cinta pada manusia
dikhianati tinggalkan ku sendiri
hanya air mata bicara
tanda hati hancur terluka
Kau masih saja menemani setia
tiada Kau lelah akan keluhan
tiada Kau marah karena bosan
mendengarkanku
yang telah melupakan-Mu
aku melupakan-Mu.....
kini aku mengerti bahwa
cinta-Mu saja yang tak akan pernah mengecewakanku
adalah segalanya
indahnya impian dan harapan
telah membutakan mata
hingga menipuku dalam sandiwara sempurna
dan kudapat hanya luka mendalam yang sulit kusembuhkan
Kucoba seperti tak ada apa-apa
kucoba yakinkanku kan baik-baik saja
akhirnya kulelah bertahan
dan ingin kucurahkan sgala rasa kekecewaan
Terasa menyesakan dada
kala cinta pada manusia
dikhianati tinggalkan ku sendiri
hanya air mata bicara
tanda hati hancur terluka
Kau masih saja menemani setia
tiada Kau lelah akan keluhan
tiada Kau marah karena bosan
mendengarkanku
yang telah melupakan-Mu
aku melupakan-Mu.....
kini aku mengerti bahwa
cinta-Mu saja yang tak akan pernah mengecewakanku
(by : SHAF FIX - Sandiwara Cinta)
Senin, 06 Desember 2010
Cukuplah…
kusimpan semua ceritaku
yang dulu
kusimpan semua ceritaku
yang dulu
Tentangku…
tentang apapun yang membuatku
tiada berarti
tentang apapun yang membuatku
tiada berarti
Di Persimpangan aku…
berdiri membisu
harus kuputuskan
kemanakah ku melangkah…
berdiri membisu
harus kuputuskan
kemanakah ku melangkah…
Jangan lagi
usikku meski aku tak tau
kemana lagi aku berlari
kejar harapan
yang sempat mengelam
biarkanlah
kuhidup dengan nafas yang baru
nafas yang menyimpan kedamaian
di persimpangan
aku berdiri
usikku meski aku tak tau
kemana lagi aku berlari
kejar harapan
yang sempat mengelam
biarkanlah
kuhidup dengan nafas yang baru
nafas yang menyimpan kedamaian
di persimpangan
aku berdiri
Cukup Januari kemarin kutinggalkan
kelamku…
tentangku
dan masa lalu yang membuatku
tiada berarti
kelamku…
tentangku
dan masa lalu yang membuatku
tiada berarti
ho…ho…ho…
(by: EDCOUSTIC-Persimpangan)
tiba-tiba aja pengen nyanyiin lagu ini, heum...apa karena bentar lagi mau tahun baru islam ya (baca Hijriah)... klo diliat dari momentnya sih ya emang bagus juga, maksudnya tahun baru islam itu kan permulaannya diambil ketika Rasulullah SAW berhijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah...dan hijrah disini dimaknai sebagai perpindahan tempat yang buruk menuju tempat yang lebih baik...masih pada inget kan tentang sejarahnya kenapa Rasulullah berhijrah...hehehehe...
trus apa hubungannya sama nasyid edcoustic tadi?
hubungannya baik2 aja....hehehehehe
wedews....jawaban yang aneh....
hubungannya sama nasyid ini, klo menurut saya sih di nasyid ini bercerita tentang seseorang yang lagi pengen berubah dan meninggalkan masa lalunya yang dianggap ga baik, namun dalam perjalanannya dia mengalami kebingungan dalam memilih arahnya...begitulah kurang lebih.
tapi, memang sepertinya jalan menuju Allah itu tidak semudah yang dikira...
akan selalu saja ada kerikil2 yang kita temui dijalanan, ya namanya juga ujian menuju kebaikan...dan yang paling saya ingat adalah bahwa Allah tidak langsung menerima keimanan seseorang tanpa adanya pembuktian dari apa yang telah diucapkannya.
siapa bilang setelah melakukan pertobatan ketika kita sudah melakukan suatu kesalahan hati kita sepenuhnya plong??? heum....rasanya engga juga (tapi bukan berarti kita ga boleh tobat)...hanya saja terkadang lintasan2 dosa itu masih saja menelusuk ke dalam pikiran kita, iya ga?? ya mungkin itulah yang disebut penyesalan..
makanya jangan bikin dosa, biar nanti ga nyesel...hehehehe...
sungguh indah cara Allah menegur kita, bagi yang mau belajar...sebetulnya banyak hikmah dari beberapa peristiwa yang sudah dilewati, ketika kita pernah melakukan kesalahan terdahulu..jangan sampe hal itu terulang...kan katanya sekarang udah sadar...jadinya udah tau kan mana yang salah dan mana yang bener...
ayo...ayo....sudah saatnya kita berhijrah...buatlah kebaikan dalam hari2mu...kesalahan yang udah terjadi di masa lalu, anggaplah itu kaya kaca spion...yang hanya dilihat sesekali supaya kita ga tabrakan...pandangan kita ke depan bukan ke belakang...lakukanlah perubahan...hidup kita adalah untuk hari ini, bukan untuk kemarin..dan hari esok ditentukan oleh hari ini....
Kuterbujur di pembaringan Tiada daya dalam dekapan Renungi dan menikmati karunia dari Ilahi Tentang arti kesehatan hakiki Tiada guna penyesalan Tuai ibroh dari kejadian Hanyalah kelalaian yang akan menyesatkan S'gala perbaikan harus dilakukan Allah Tiada daya dan kekuatan Hanyalah diriMu yang kuasa Allah Sucikan daku dari dosaku atas keampunanMu Sejenak ku berbalik pandang Seuntai ghoflah dan kesombongan Dalam benak hidupku tiada lari karenamu Akhirnya kuterpaku dalam pilu Allah Ampuni daku dengan rahmatMu Yang luas membentang tak berliku Allah Sabarkan daku dengan kasihMu Kar'na kuyakin tak akan sabar Dalam menghadapi siksamu Allah Kuatkan daku dalam ujianMu Sebagai rias iman di dadaku Allah Sabarkan daku dalam sakitku Kar'na kuyakin tak akan sabar Menghadapi pedih siksaMu
(by : SUARA PERSAUDARAAN - Muhasabah)
Minggu, 05 Desember 2010
ma SALAH
berbicara masalah berbicara akidah..seberat apapun masalah yang menghadang, jika diiringi dengan akidah, insya Allah smua dapat teratasi..
tapi terkadang masalah yang datang menggoda kita untuk menggadaikan akidah..
namun itu takan terjadi jika kita masih berpegang pada tali agama Allah...
yap, teorinya memang mudah dan sangat sempurna..
beberapa alasan pembelaan terjadi ketika kita mulai terjun dalam pertarungan menyelesaikan masalah, mulai dari alasan ketika solusi yang bertentangan dengan akidah hingga akhir yang kemudian melahirkan masalah baru..
oow, apakah hidup ini memang dipenuhi dengan masalah? jika melihat fenomena yang terjadi, dapat dikatakan bahwa hidup itu memang masalah. mulai dari masalah pribadi hingga masalah yang melibatkan banyak orang (keluarga, masyarakat, dan negara).
masalah....masalah...masalah...
sebetulnya, kenapa sih Allah menciptakan masalah??? klo emang buat manusia susah???
sebagian orang mengatakan bahwa masalah itu akan mengajarkan manusia pada jalan menuju Allah,sebab didalamnya terkandung banyak pembelajaran untuk lebih mengenal arti kesabaran, keikhlasan, pengorbanan hingga pada akhirnya lebih mengenal siapa dia dan siapa TUhANNYA..
dan orang2 seperti ini biasanya akan terlihat tampak tegar ketika menyelesaikan masalah, tapi siapa bilang dia tidak menangis???tangisannya hanya terdengar dalam hati saja...tangisannya dia gunakan untuk mencari solusi yang mampu mendekatkan dirinya pada Allah.sebab cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur yang diyakini dalam akidahnya.
masalah oh masalah...
kehadirannya dapat membuat orang mendekat pada SANG PENCIPTA tapi banyak juga yang pada akhirnya jauh DARINYA...
hidup tanpa masalah serasa hampa...
sebab terkadang makna hidup itu banyak terkandung dalam masalah...
maka berbahagialah bagi orang2 yang tertimpa masalah, sebab artinya dia sedang diperhatikan Allah...
bukannya salah satu bentuk kasih sayang adalah adanya suatu perhatian???cuma klo yang ini perhatiannya beda ...hehehe...
tapi jangan salah, ketika kita mampu melewatinya...wow...nantikanlah masa2 kebahagiaan yang kan mengisi hari2 kita...
jika di dunia kita belum dapat, tunggulah bahwasanya Allah sudah menyiapkan kebahagiaan yang takan pernah berakhir di dunia yang kekal dimana pintu2 kebahagiaan itu dapat kita masuki dalam banyak tempat.
so, takada kata untuk menyerah apalagi lari dari masalah.
masalah takan terselesaikan dengan berdiam diri...
tapi janganlah bersedih ketika hasil yang kita dapet tidak sesuai dengan yang kita inginkan...
masih ingetkan dengan kata2 ini "Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, sebab Allah memberikan apa yang kita butuhkan"
tapi itu bukan berarti bahwa kita lagi butuhin penderitaan, mungkin saja saat ini kita memang sedang dituntut buat terus berusaha supaya deket sama Allah.. siapa tau jika kebahagiaan itu muncul, kita jadi lupa dan lalai sama Allah...
jadi, dont be sad...
Allah selalu bersama kita...
teruslah berusaha...
hidup ini adalah kesempatan untuk kita mengumpulkan point2 yang dapat mengantarkan pada perjumpaan dengan Rabb kita..
perjalanan yang kita tempuh tak semulus jalan tol, banyak kerikil dan liku2 serta tanjakan yang menghadang...maka berhati-hatilah dalam memilih kendaraan yang akan kita gunakan...disamping percepatan yang oke, perhatikan juga keselamatan dan keamanan si penumpangnya...
dan untuk menambah rasa ketika baca tulisan ini, mari kita simak lirik nasyid berikut >>>>
Saat kau melangkahkan kaki
Jatuh dan bangun sendiri
Semuanya mampu kau redahi
Saat usiamu telah dewasa
Cabaran datang bertimpa
Kau kecewa derita sengsara
Hapuskanlah air matamu
Redha dan teruskanlah usahamu
Pasti kau akan mengerti
Hidup ini
Putarannya tersendiri
Hentikanlah air matamu
Biarkanlah kisah duka itu berlalu
Mendung hari takkan selalu
Sinar bahagia, oh pastikan kau ketemu
Oh pastikan kau ketemu..
oke deh, selamat menikmati putaran kehidupan...
SE MANGAT.....semangat...........SEMANGkA..................(loh, ko semangka ??? #^%$&*%#^)
semangat karena Allah maksudnye....... v(n_n)
tapi terkadang masalah yang datang menggoda kita untuk menggadaikan akidah..
namun itu takan terjadi jika kita masih berpegang pada tali agama Allah...
yap, teorinya memang mudah dan sangat sempurna..
beberapa alasan pembelaan terjadi ketika kita mulai terjun dalam pertarungan menyelesaikan masalah, mulai dari alasan ketika solusi yang bertentangan dengan akidah hingga akhir yang kemudian melahirkan masalah baru..
oow, apakah hidup ini memang dipenuhi dengan masalah? jika melihat fenomena yang terjadi, dapat dikatakan bahwa hidup itu memang masalah. mulai dari masalah pribadi hingga masalah yang melibatkan banyak orang (keluarga, masyarakat, dan negara).
masalah....masalah...masalah...
sebetulnya, kenapa sih Allah menciptakan masalah??? klo emang buat manusia susah???
sebagian orang mengatakan bahwa masalah itu akan mengajarkan manusia pada jalan menuju Allah,sebab didalamnya terkandung banyak pembelajaran untuk lebih mengenal arti kesabaran, keikhlasan, pengorbanan hingga pada akhirnya lebih mengenal siapa dia dan siapa TUhANNYA..
dan orang2 seperti ini biasanya akan terlihat tampak tegar ketika menyelesaikan masalah, tapi siapa bilang dia tidak menangis???tangisannya hanya terdengar dalam hati saja...tangisannya dia gunakan untuk mencari solusi yang mampu mendekatkan dirinya pada Allah.sebab cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur yang diyakini dalam akidahnya.
masalah oh masalah...
kehadirannya dapat membuat orang mendekat pada SANG PENCIPTA tapi banyak juga yang pada akhirnya jauh DARINYA...
hidup tanpa masalah serasa hampa...
sebab terkadang makna hidup itu banyak terkandung dalam masalah...
maka berbahagialah bagi orang2 yang tertimpa masalah, sebab artinya dia sedang diperhatikan Allah...
bukannya salah satu bentuk kasih sayang adalah adanya suatu perhatian???cuma klo yang ini perhatiannya beda ...hehehe...
tapi jangan salah, ketika kita mampu melewatinya...wow...nantikanlah masa2 kebahagiaan yang kan mengisi hari2 kita...
jika di dunia kita belum dapat, tunggulah bahwasanya Allah sudah menyiapkan kebahagiaan yang takan pernah berakhir di dunia yang kekal dimana pintu2 kebahagiaan itu dapat kita masuki dalam banyak tempat.
so, takada kata untuk menyerah apalagi lari dari masalah.
masalah takan terselesaikan dengan berdiam diri...
tapi janganlah bersedih ketika hasil yang kita dapet tidak sesuai dengan yang kita inginkan...
masih ingetkan dengan kata2 ini "Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, sebab Allah memberikan apa yang kita butuhkan"
tapi itu bukan berarti bahwa kita lagi butuhin penderitaan, mungkin saja saat ini kita memang sedang dituntut buat terus berusaha supaya deket sama Allah.. siapa tau jika kebahagiaan itu muncul, kita jadi lupa dan lalai sama Allah...
jadi, dont be sad...
Allah selalu bersama kita...
teruslah berusaha...
hidup ini adalah kesempatan untuk kita mengumpulkan point2 yang dapat mengantarkan pada perjumpaan dengan Rabb kita..
perjalanan yang kita tempuh tak semulus jalan tol, banyak kerikil dan liku2 serta tanjakan yang menghadang...maka berhati-hatilah dalam memilih kendaraan yang akan kita gunakan...disamping percepatan yang oke, perhatikan juga keselamatan dan keamanan si penumpangnya...
dan untuk menambah rasa ketika baca tulisan ini, mari kita simak lirik nasyid berikut >>>>
Jatuh dan bangun sendiri
Semuanya mampu kau redahi
Saat usiamu telah dewasa
Cabaran datang bertimpa
Kau kecewa derita sengsara
Hapuskanlah air matamu
Redha dan teruskanlah usahamu
Pasti kau akan mengerti
Hidup ini
Putarannya tersendiri
Hentikanlah air matamu
Biarkanlah kisah duka itu berlalu
Mendung hari takkan selalu
Sinar bahagia, oh pastikan kau ketemu
Oh pastikan kau ketemu..
oke deh, selamat menikmati putaran kehidupan...
SE MANGAT.....semangat...........SEMANGkA..................(loh, ko semangka ??? #^%$&*%#^)
semangat karena Allah maksudnye....... v(n_n)
Sabtu, 04 Desember 2010
dang ding dung...
ingin ku untai kembali,
rangkaian kata yang penuh makna
ingin ku nyatakan,
melody yang tak bersuara
tak ku lihat lagi
kata-kata indah penggugah hati
tak ku dengar lagi
alunan nada yang menggema
kosong...sepi...
hanya kehampaan yang ku temui
smuanya tlah pergi..
hilang..
kemana lagi kan ku temui smua
jika kehampaan trus mengiringiku
andaikan smua itu ku dapati,
kan kunyanyikan untaian kata
dengan alunan nada yang indah
dan melody yang merdu
yang kan mengiringi irama hati
agar smuanya kembali...
Kamis, 02 Desember 2010
aKu...
Tak bisa seperti yang lain,
sebab diriku bukan mereka..
Aku berdiri dengan segala kelebihanku
Aku berjalan dengan semua keterbatasanku
dan aku hidup dengan keduanya
Walau tertatih aku berdiri
terseok dalam melangkah
satu keyakinanku bahwa aku bisa
Bisa meraih mimpiku
mewujudkan harapanku
dengan caraku sendiri
Tak lelah dan takan menyerah
tak henti walau tertatih
Sebab Allah slalu di hati
Bersamanya smua akan menjadi indah
tiMe...
perjalanan waktu...
kan menjawab semua tanya
mengungkap suatu kepastian
akankah ianya membuahkan kebahagiaan
ataukah melahirkan suatu penyesalan..
ketika sesuatu akan berakhir,
maka akan terlahir suatu yang baru
sedih, sesal, haru, kegembiraan..
hanyalah sekejap saja,
untuk apa kita terus terbelenggu dengan perasaan itu??
jika kita percaya bahwa waktu itu berputar
dan sunatulloh tetap berjalan
bangkitlah dalam keterpurukan,
waspadalah terhadap kegembiraan
semuanya itu hanyalah sesaat..
pErTamAx
ow...ow...ow... walau terkesan telat, tapi tak apalah baru ngeblog skarang...
critanya sih pengen nyobain bercrita pake tulisan dan ngasah bakat nulis (walaupun ga ada bakat kali ye....hehehehe) dan akhirnya terciptalah blog ini yang masih jauh...jauh...jauh...dari...?????/$#@%%#@#$@ (dari apa ya?? silakan isi aja ndiri titik2nya.....hehehehe....)
heum....apalagi ya???
ah, sudahlah kayanya cukup sekian dulu postingan perdananya...masih mo ngoprek-ngoprek lagi...mohon bimbingannya....(beugh....brasa ckckckckckkckck)
Langganan:
Komentar (Atom)